Bayangkan diri terjebak dalam untaian kata yang tak kau tahu artinya.
Terkadang itu keluar begitu saja, namun lebih sering menjelma sebagai bahasa kesunyian.
Dayamu tak sanggup, jiwamu tak hidup, bahkan hanya untuk satu huruf, kurasa itu tidak akan cukup.
Seperti saat mulai lelah dengan segala petuah. Atau seperti perasaan pasrah yang siap untuk kalah. Hanya berlapang dada dimana hati hanya bisa berkata, "Biarlah".
Ada saat dimana wajahmu lusuh, dan mulutmu terus mengeluh. Hatimu rusuh dan memandang semua hal layaknya musuh.
Ada juga saat dimana kau senang, sampai hatimu heboh dan mendadak jadi orang yang bodoh. Jika tiba kala itu, Bahkan kepalamu.. sudah tidak peduli dengan cemooh.
Sedih boleh, tapi jangan terlalu, Senang juga boleh, tapi jangan terlena.
Keluar dari rasa jenuh mungkin memang susah. Tidak mungkin kalau hidup tanpa rasa gelisah. Bukan tidak wajar juga bila banyak keluh kesah. Tapi jika tidak kunjung hilang itu resah, maka kupersilahkan untuk Berserah.
Ada juga saat dimana kau senang, sampai hatimu heboh dan mendadak jadi orang yang bodoh. Jika tiba kala itu, Bahkan kepalamu.. sudah tidak peduli dengan cemooh.
Sedih boleh, tapi jangan terlalu, Senang juga boleh, tapi jangan terlena.
Keluar dari rasa jenuh mungkin memang susah. Tidak mungkin kalau hidup tanpa rasa gelisah. Bukan tidak wajar juga bila banyak keluh kesah. Tapi jika tidak kunjung hilang itu resah, maka kupersilahkan untuk Berserah.

0 Response to "Terserah"
Posting Komentar