Penghuni Kamar Sebelah

Penghuni Kamar Sebelah


Suara musik aliran Trash-metal itu sangat menggangguku, hampir setiap sore penghuni kamar sebelah memutarnya.

Hari ini dia juga memutarnya, suara musiknya terkadang diiringi dengan suara pecahan kaca dan suara pukulan.
Kegaduhan itu sangat terdengar jelas dikarenakan kamarku dan kamarnya hanya bertembokkan papan yang tipis. Aku tidak berani menegurnya karena dia.. menurutku, cukup menyeramkan.
Namun, setelah suara bising yang membuatku terombang-ambing itu berakhir, terdengar suara instrumen musik, suara alunan biola dan piano yang tenang.
Tapi entah kenapa, aku merasa.. dibalik ketenangan alunannya yang mendalam, terdapat gambaran dari kisah hidup yang kelam.
Alunan merdu itu terus terngiang di telingaku. Menghantarkanku jatuh ke dalam tidur lelapku.

Keesokan harinya, ia mengetuk pintu kamarku. Dengan mata yang sembab, kantung mata yang menghitam, dan senyum tipis terukir di wajahnya, senyum kepalsuan dari seekor kelinci yang kesepian. kedatangannya untuk menitipkan amplop berisi uang berwarna merah sebanyak 5 lembar. Ia memintaku untuk memberikannya pada Pak tua, pemilik kost. Ia juga meminta maaf atas kebiasaannya yang selalu menggangguku.
Saat kutanya ada apa, dia hanya menjawab bahwa Ia akan pergi untuk mengunjungi Orang tuanya, dia sangat merindukan keduanya, untuk itu dia ingin menyusulnya dan tinggal bersama mereka.
Ku perhatikan langkah kakinya yang mulai meninggalkan kost, satu langkah, dua langkah, tiga langkah, sampai kedipan mata ini menghapus sosok misterius itu dari pandangannya
***
Aku cukup lega karena mulai sekarang kesunyian yang kudambakan akan kembali kudapatkan. Tapi tidak, sampai aku mengingat bahwa penghuni kamar sebelah adalah seorang Yatim Piatu.

Gambar: diambil dari http://www.youthconnect.in/2015/02/17/15-weird-phobias/dark-empty-room-with-chair/

10 Responses to "Penghuni Kamar Sebelah"

  1. Bagus cerpennya. Eh, flashfiction ya namanya. Twist endingnya passs.

    Oh iya kak, kalau berkenan, kunjungi blog Tha ya.
    Komentari tulisan (postingan) dan blog Tha. Terima kasih. :')

    BalasHapus
  2. Suasana ketenangan justru menggambarkan sesuatu yang menakutkan. Mengerikan :evil:

    BalasHapus
  3. Ketenangan sebelum badai huehuehuehue

    BalasHapus
  4. bagus gan.
    ditunggu updatenya

    BalasHapus
  5. penghuni kamar sebelah ternyata seorang yatim piatu hemp sedih

    BalasHapus
  6. wah pergi menyusul org tua ke alam lain maksudnya, ah aku jd sedih malahan bukan seram

    BalasHapus
  7. @Ukhty Nur Maya,
    Bingo!
    Seorang yang sebatang kara, terlalu menderita dan selalu depresi. Oleh karena itu dia melampiaskannya dengan cara memutar lagu berisik agar isak tangisnya gak kedengeran sama tetangganya.

    BalasHapus
  8. Jadi maksudnya, mau nyusul mati? Bunuh diri gitu?

    Walah, ceritanya cukup mengejutkan Kawan!

    BalasHapus
  9. Wardah amelia shugra26 Agustus 2016 pukul 05.39

    Jatohnya malah kayak riddle yah gan :)...

    Suka baca riddle ma creepy paste yah gan?:D

    BalasHapus
  10. @Wardah amelia shugra,
    Iya masuk ke Riddle juga.

    Riddle sih suka tapi kalo creepypasta nggak.

    BalasHapus